Sabtu, 06 Juli 2013

bahaya boraks

TES PADA MAKANAN YANG DI DUGA MENGANDUNG BORAKS

Alat dan Bahan :
1.            Pisau
2.            Bakso dari berapa penjual
3.            Pipet tetes
4.            Air kunyit
5.            Mie
6.            Kerupuk
7.            Boraks (garam bleng)
Langkah-langkah :
1.            Sebelum menguji boraks pada makanan kita lakukan dahulu uji boraks
2.            Tetesi boraks ( garam bleng ) dengan kunyit. Boraks akan berwarna merah kecoklatan.
3.            Bakso kita lumatkan lalu angin-anginkan
4.            Tetesi bakso tersebut dengan air kunyit! Biarkan selama kurang lebih lima menit .
5.            Amati warna yang nampak pada bakso yang ditetesi air kunyit!
6.            Lakukan dengan cara yang sama pada bahan makanan yang akan di uji
7.            Cacat hasil pengamatan dan simpulkan!
Catatan :
Bahan yang ditetesi air kunyit berubah menjadi merah kecoklatan menunjukkan bahan makanan mengandung boraks. 
Kunyit mengandung kurkumin. Boraks bersifat basa sehingga bila dicampur dengan kurkumin akan timbul senyawa baru yang disebut boro kurkumin berwarna merah kecoklatan.

BORAKS
Boraks merupakan garam Natrium Na2B4O7.10H2O yang banyak digunakan dalam berbagai industri non pangan khususnya industri kertas, gelas, bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik, pengontrol kecoak dan keramik. Gelas pyrex yang terkenal dibuat dengan campuran boraks.
Boraks digunakan sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik dan pengontrol kecoak. Boraks merupakan bahan beracun dan bahan berbahaya bagi manusia, karena bisa menimbulkan efek racun, tetapi mekanisme toksisitasnya berbeda dengan formalin.
Yang membahayakan, boraks bisa diserap oleh tubuh dan disimpan secara kumulatif dalam hati, otak, usus atau testis sehingga dosisnya dalam tubuh menjadi tinggi. Bila dikonsumsi menahun bisa menyebabkan kanker. Boraks juga sering disalahgunakan dalam pangan. Biasanya ditambahkan pada kerupuk, bakso, lontong dan lain-lain. Masyarakat awam mengenal boraks dengan nama Bleng atau Cetitet.
Gejala dapat berupa mual, muntah, diare, suhu tubuh menurun, lemah, sakit kepala, rash erythermatous, bahkan dapat menimbulkan shock. Kematian pada orang dewasa dapat terjadi dalam dosis 15 – 25 gram, sedangkan pada anak dosisi 5 – 6 gram. Bahaya Boraks terhadap kesehatan diserap melalui usus, kulit yang rusak dan selaput lendir.
Berikut ini terdapat beberapa ciri pangan yang mengandung boraks. Walaupun tidak terlampau khas namun dapat membantu membedakannya dari pangan tanpa boraks.
a.      Mie Basah yang mengandung boraks : Teksturnya sangat kenyal, biasanya lebih mengkilat, tidak lengket dan tidak cepat putus.
b.      Bakso mengandung boraks : Teksturnya sangat kenyal, warnanya tidak kecokelatan seperti penggunaan daging namun lebih cenderung keputihan
c.       Ciri-ciri kerupuk mengandung boraks : Teksturnya sangat renyah, dapat memberikan rasa getir


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar